Transkrip Wawancara Prabowo dengan BBC News

Written By Abun Sahroni on Minggu, 13 Juli 2014 | 14.49

Minggu, 13 Juli 2014


12 Jul 2014 | 15:27
Berikut ini adalah transkrip wawancara Calon Presiden Prabowo Subianto dengan Babita Sharma dari BBC News 11 Juli 2014. Wawancara ini jadi menarik karena merupakan kesempatan calon presiden Prabowo Subianto untuk didengar dunia melalui BBC News. Wawancara ini menjabarkan perbandingan gaya politiknya dengan rivalnya, tentang pandangan dia atas kualitas rivalnya dan kualitasnya sendiri, tentang kemungkinan muncul sebagai pemenang dalam pemilihan presiden, dan tentang tentang caranya menyikapi kekalahan.
Transkrip sudah pula saya beri terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Teks yang dicetak tebal mencerminkan berebut bicara antara Prabowo Subianto (PS) dan Babita Sharma (BS), pewawancara BBS News.
Isi transkrip ini bisa kita jadikan bahan pembelajaran politik, komunikasi dan ilmu penerjemahan.
Video tayangan wawancara ada di sini.
Mungkin ada satu atau dua kata yang terlewat, namun tidak mengurangi esensi hasil wawancara. Selamat membaca.
1405153537949567875
Sumber: Screenshot wawancara Prabowo dengan BBC News (screenshot : Eddy Roesdiono)
HASIL TRANSKRIP
PS: All of the real counts that is coming in shows that I’m leading. So I think I’m very confident that I have gotten the mandate of the Indonesian people.
(PS : Semua hasil real count yang sudah masuk menunjukkan saya unggul. Saya yakin saya mendapatkan mandat dari rakyat Indonesia)
BS: A lot of polls that we have been looking at, many are reliable in the past, some representing 2,000 polling stations around the country, I just want to give you an idea what may have told us : Indonesia’s think-tank CSIS has Widodo at 52% yourself at 48; Kompas.com who I know you know well, has the similar Widodo 52% and you have 48, and Saiful Mujani puts Mr Widodo at 52.76% and yourself at 47%. A lot of the people have been looking at the polls and they are saying you are out of the race.
(BS : Dari banyak hasil poll yang kami lihat, mereka ini handal dalam pol-pol sebelumnya, yang mencerminkan hasil pilihan dari 2,000 TPS di seluruh Indonesia, kita mendapatkan data sebaagai berikut : CSIS yang mencatat keunggulan Widodo 52% sementara Anda sendiri 48; Kompas.com yang saya yakin Anda tahu benar, mencatat 52% untuk Widodo and anda 48, dan Saiful Mujani mencatat Pak Widodo 52,76% dan Anda 47%). Banyak orang tahu angka ini dan mereka berpendapat Anda kalah)
P : No…no….no…. It’s completely the other way around. Those institutions that you mentioned, they are all verypartisan, they have openly supported Joko Widodo for the last may be one year. And They are actually parts of theJoko Widodo campaign supporters, so they are not completely objective, and I think they are part of this grand design to manipulate perception. Let us rely on the legal institution of Indonesia; there is a general election commission, er….there is a process of counting, real counting coming in; we have witnesses in every errr…. voting stations, and we have voting certificates of the witnesses, which have all the required signatures,so let us go throughthe due process of counting, verification and let the general election commission decide.
(PS : Tidak…tidak….tidak, itu malah sebaliknya. Lembaga-lembaga yang Anda sebutkan tadi semuanya sangat memihak, mereka nyata-nyata telah mendukung Jojo Widodo selama mungking kurang lebih satu tahun. Dan mereka sebenarnya adalah bagian dari pendukung kampanye Joko Widodo, jadi mereka sangat tidak objektif, dan menurut saya mereka adalah bagian dari desain besar untuk memanipulasi persepsi. Mari kita andalkan lembaga yang sah di Indonesia; ada Komisi Pemilihan Umum, ada proses penghitungan, penghitungan riil yang sedang masuk, kita punya saksi-saksi di TPS, dan kita punya sertifikat pemilihan dari para saksi yang semuanya dilengkapi dengan tandatangan yang diperlukan. Jadi, mari kita ikuti proses penghitungan dan verifikasi dan biarlah KPU yang memutuskan)
BS : Absolutely….you are complete ….
(BS : Begitu ya, Anda sepenuhnya …..)
P S: All this ….this all all.. all yes ….er….all these surveys companieserr….yes…..is one moment
(PS : Semua ini…ini semua….semua ya…er semua perusahaan survey ini adalah…..sebentar….)
BS : You are completely correct to say that we should of coursewait until the official results come out in ten days time.
(BS : Anda sepenuhnya benar bila mengatakan bahwa kita harus menunggu hasil resmi dalam waktu sepuluh hari lagi)
P S : One moment….
(PS : Tunggu dulu….)
BS : Let me just ask you why you are so sure that you think you will win?
(BS : Saya mau tanya kenapa Anda demikian yakin Anda akan menang?)
P S: Yes….yes… No, no excuse me ….excuse me ….excuse me…..excuse me. Can I finish? All the survey companies that you mentioned they are commercial companies. They are commercial companies. I can bring you 16 survey companies that put me ahead. So I don’t thinkit is really fair to use those three or four companies as reference point)
(PS : Ya….ya, tidak, tidak maaf…..maaf….maaf. Bisa saya selesaikan dulu? Semua perusahaan survei yang Anda sebutkan tadi adalah perusahaan komersial. Mereka perusahaan komersial. Saya bisa tunjukkan 16 perusahaan survei yang mengunggulkan saya. Jadi saya kira tidak fair kalau menggunakan tiga atau empat perusahaan survei itu sebagai acuan)
BS : Let’s talk aboutyourstyle of politics compared to your rival Joko Widodo who is seen as a man of the people appealing to the will of people of Indonesia. He seems to have done particularly well in addressing the voter community that you have not been able to approach. Many saying that your politics is traditional and conservative to establishment. Do you think that will cost you votes in this election?
(BS : Mari kita bahasa gaya politik Anda dibanding dengan rival Anda Joko Widodo yang dianggap sebagai cerminan rakyat yang berpihak pada kehendak rakyat Indonesia. Ia tampaknya telah sukses terutama dalam mendekati kelompok pemilih yang selama ini tidak mampu Anda dekati. Banyak orang bilang politik Anda itu tradisional dan konservatif terhadap status quo. Menurut Anda apakah ini mengurangi suara Anda?
PS : No no no no. That is a perception that the other side has concocted. It’s a complete concoction. I think my rival is a product of PR campaign; completely the other side; he is actually a tool of the oligarch and I don’t think that’s the correct picture. He is not a man of the people. He claims to be humble but that’s just an act. In my opinion that’s just an act.
(PS : Tidak …tidak….tidak…tidak. Itu adalah persepsi yang hasil rekayasa kubu sebelah. Menurut saya, rival saya adalah produk kampanye public relations; sangat kebalikannya; ia adalah alat oligarki, dan menurut saya bukan begitu gambaran dia. Ia bukan orang yang memihak rakyat. Ia menyebut dirinya bersahaja, tapi itu cuma pura-pura. Menurut saya itu cuma pura-pura)
BS: He just shows clean reputation and his campaign has not been played unlike yours…..
(BS: Ia punya reputasi yang bersih dan kampanyenya tidak seperti kampanye Anda….)
P S: Clean? ….Clean?
(PS : Bersih?....Bersih?)
BS : Unlike yours…
(BS : Tidak seperti kampanye Anda….)
PS: Clean? ……Clean?
(PS : Bersih?....Bersih?)
BS: ……by allegations of human rights abuses committed under the Suharto regime. And If I can justremind of you is the unit that you commanded in 1998 accused of kidnapping torturing and killing activists who protested at that time against Suharto. How do you think you can now be seen as a reputable clean politician who can lead the country when you think about the result in ten days time?
(BS : …… dengan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang Anda lakukan di bawah regim Suharto. Dan bolehlah saya ingatkan bahwa unit yang Anda komandani ditudug melalukan penculikan, penyiksaan dan pembunuhan sejumlah aktivits yang melawan Suharto saat ini. Bagaimana Anda bisa berpikir bahwa Anda sekarang dipandang sebagai politisi bersih yang bisa memimpin negeri ini terkait dengan hasil pemilihan 10 hari lagi?)
PS: You know …..you know every time I get a lot of supports in the polls of theseaccusations in the wind of deformation of character come up. This is my third general election I am now leading the third largestparty of the 4th largest country in the world. Indonesia is the 4th largest country in the world. We are 250 million people. We are the size of Europe. And I am leading the 3rd largest party and now I am leadinga coalition which represents nearly 2/3 of Indonesian voters. How …..how do ….2/3 of the Indonesian people; how can they be fool how can they be so stupid to be….to….to support someone who is what all myrivals accused me of being.
(PS : Anda tahu….Anda tahu setiap kali saya dapat dukungan, maka tuduhan-tuduhan ini dalam bentuk perusakan karakter selalu muncul. Ini pemilu ketiga saya dan saya saat ini memimpin partai terbesar ketiga dari negara terbesar ke-4 di dunia. Indonesia adalah negara ke-4 tersbesar di dunia. Kami ini punya 250 juta pendidik. Kami ini seukuran Eropa. Dan saya memimpin partai ketiga terbesar dan saya juga memimpin sebuah koalisi yang mewakili 2/3 pemilih Indonesia. Bagaimana….bagaimana mungkin 2/3 rakyat Indonesia bisa demikian dungu, demikian bodoh untuk mendukung seseorang yang seperti dituduhkan rival saya?)
BS : Do you hope…do you…know….
(BS : Apakah Anda berharap….Anda tahu…)
PS: So….its’ completely deformation of character…
(PS : Jadi….itu benar-benar perusakan karakter…..)
BS: Do you think that it‘s about time that you address what happened and these allegations directly?
(BS : Menurut Anda apakah ini saatnya Anda membeberkan apa yang terjadi dan mengklarifikasi tuduhan-tuduhan itu secara langsung?)
PS : Oh I have, many-many many times, on records on tapes, on …..I think anybody, any foreign press who interviewed me they will always ask me about the human rights allegation. You know this… this isthe story for the last 16 years.
(PS : Oh, sudah! Sudah banyak kali, lewat berbagai rekaman. Saya pikir setiap orang, semua pers asing yang mewawancari saya selalu bertanya tentang tuduhan pelanggaran hak asasi itu. Anda tahulah…ini cerita yang sudah berlangsung 16 tahun)
BS : But it keeps coming up….with all your respects it keeps coming up.
(BS : Tapi pertanyaan itu kan muncul terus, mohon perhatian, muncul terus)
PS : I am, nothing look. Yes ….it keeps….it keeps ….it keeps.
(PS : saya…..tidak ada apa-apa …..sebentar.Memang muncul terus…..muncul terus….)
BS : It keeps coming up, years after years, how do you, how are you going to be able to put that away from where you stand today?
(BS : Muncul terus dari tahun ke tahun, bagaimana Anda akan menyikapi masalah ini dari posisi Anda sekarang ini?)
PS : It keeps coming up,  it keeps coming up by my enemies by my rival,  it’s part of the games of politics.
(PS : Memang muncul terus, dimunculkan oleh musuh-musuh saya, rival saya sebagai bagian dari permainan politik)
BS: (tidak terdengar karena tertumpuk suara Prabowo)……….answer the questions leveled to you about the allegations?
(BS : ……………menjawab pertanyaan tentang tuduhan itu yang dilontarkan pada Anda? )
P: I have answered, many-many times, on records. I am a free man. I have never been indicted ofanything. This is just a political campaign to destroy….to destroy me because theydo not like what I stand for. I stand for a clean Indonesia. I stand for justice for my people. Istand for a fair deal for Indonesianpeople. They have always been lied to, they have always been considered stupid, Indonesians are considered stupid, lazy people, this is the old time colonialist perception that that want to pin to Indonesian people, that all the Oligarch take all the money. I beg your pardon…I beg your pardon.
(PS : Sudah saya jawab berkali-kali, di berbagai rekaman. Saya ini orang bebas. Saya tidak pernah didakwa pengadilan. Ini kampanye politik untuk menghancurkan saya karena mereka tidak suka apa yang saya perjuangkan. Saya memperjuangkan Indonesia yang bersih. Saya memperjuangkan keadilan bagi rakyat saya. Saya memperjuangkan pemerataan bagi rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia selama ini dibohongi, dianggap bodoh. Orang Indonesia dianggap bodoh, rakyat malas. Ini merupakan persepsi jaman penjajahan yang dilabelkan pada orang Indonesia. Itu yang Oligarki…..ambil semua uang, maaf…..maaf.
BS : My apology for interrupting….when the results are announced on July 21 and 22. If they show that your rival that Joko Widodo has won. Will you graciously accept that as a will of the Indonesian people?
(BS : Maaf saya menyela….kalau nanti hasil pemilihan diumumkan pada Juli 21 dan 22. Jika mereka menyatakan bahwa rival Anda Joko Widodo menang. Apakah Anda dengan legowo menerima ini sebagai kehendak rakyat Indonesia?)
PS : That is part of democracy. If he is certified winning fair… fairly of course I will concede. But I am very confident all the real count coming in showsI am leading. And as of yesterday, with 60% of the real count coming in, I am leading, so I am very confident we are the oneswho got the mandate.
(PS : Ini bagian dari demokrasi. Jika ia secara sah dan adil memang, tentu saja saja akan akui. Akan tetapi saya yakin bahwa real count yang masuk menunjukkan saya unggul. Kemarin saja, dengan 60% real count masuk, saya sudah unggul, jadi saya yakin kamilah yang akan dapat mandat)
BS : What would your message be to your supporters because there are a growing number ofconcernsregarding perhaps process on the street so even violent should the result not go your way. I mean what is your message to them now?
(BS : Kira-kira apa pesan Anda pada para pendukung Anda karena sekarang ini ada peningkatan kekuatiran yang mungkin berkaitan dengan kekerasan yang bakal terjadi di jalanan jika hasil pemilihan tidak seperti yang Anda kira. Maksud saya, apa pesan Anda untuk mereka?)
PS : Do you know that err …the….the one of the television stations that supported me they have been attacked and two of the stations have been attacked, vandalized, do you know that the polling company that predicted that I wonthey were attacked last night by molotov bomb, so where does the violence come from ? Where does the intimidation come from? I got many reports….
(PS : Anda tahu satu dari stasiun televise yang mendukung saya telah diserang, menjadi korban vandalism, Anda tahu juga baywa perusahaan survey yang menggunggulkan saya diserang dengan bomb molotiv semalam. Jadi dari mana asalnya kekerasan ini? Dari mana asalnya intimidasi ini? Saya banyak dilapori…..)
BS : What is your message to your supporters?
(BS : Apa pesan Anda untuk para pendukung Anda? )
PS : I got many reports from my supporters that they have been intimidated, they have been attacked in many-many parts of Indonesia. So my message is, I have said that on records you can check, always-always, I’ve said many times,keep calm, be cool, our rivals are our brothers, they are not enemies, all my speeches. And not one speech from my rivalsaying the same thing, not one. I have said that if the election commission certify the real will of the people, I will honor the decision. They have not said that, they have not saidone time during the entire campaigns. I think I have made 10 or 15 statements on national televisions during the presidential debates and every events hundreds of millions people have seen this. And from my rival not one time a statement that they will honor the decision of the Indonesian people.
(PS : Saya banyak dilapori oleh pendukung-pendukung saya bahwa mereka telah diintimidasi, diserang di banyak sekali bagian Indonesia. Pesan saya, seperti yang sudah sering saya sampaikan dalam berbagai rekaman, Anda bisa cek, sudah saya katakan berkali-kali: jaga ketenangan, tetaplah adem;rival-rival kita adalah saudara-saudara kita juga, begitu bunyi pidato saya. Dan tak satupun dari pidato rival saya yang menyampaian hal seperti ini, tak satupun. Saya sudah katakana bila KPU sudah menetapkan pemenang, saya akan menghormati keputusan itu. Mereka tidak mengucapkan ini, tidak sekalipun selama keseluruhan kampanye. Saya pikir saya sudah buat 10 sampai 15 pernyataan di televisi nasional selama debat-debat presiden dan di banyak events, ratusan juta orang telah menonton ini. Dari dari rival saya tidak satupun ada pernyataan yang mengatakan bahwa mereka akan menghormati keputusan rakyat Indonesia.)
BS : Okay…
(BS : Baiklah…)
PS : In fact there is an announcement that if Prabowo wins that’s cheating event before the real count comes in. So I am just asking you who is ….
(PS : Malah ada pernyataan bahwa bila Prabowo menang, itu curang, ini bahkan sebelum real count masuk. Jadi, saya balik tanya siapa yang…..)
BS :I just want to ask you a final question, Sir. What will you do if you do not win?
(BS : Pertanyaan terakhir, Pak. Apa yang akan Anda lakukan bila tidak menang?)
PS : What? I am very confident I win, but you know I …if the Indonesian people do not need me, I am fine,I have a good quality of life. I’d like to go back to my life, in fact it’s a quiet life out of politics. I am doing this out of my obligation to serve my people.
(PS : Apa? Saya yakin saya menang, tapi, Anda tahu….jika rakyat Indonesia tidak memerlukan saya, saya tidak apa-apa. Saya punya kehidupan yang berkualitas. Saya akan kembali ke kehidupan saya, kehidupan tenang di luar politik. Saya melakukan ini karena kewajiban saya untuk melayani bangsa saya)
 
Read More | komentar

TKW Bukanlah Pelacur, Pak Prabowo!

Written By Abun Sahroni on Jumat, 27 Juni 2014 | 09.02

Jumat, 27 Juni 2014

TKW Bukanlah Pelacur, Pak Prabowo!

      (detik.com)


"Kami tidak ingin perempuan-perempuan kita jadi pelacur-pelacur di luar negeri. Kami tidak ingin perempuan-perempuan kita diperkosa, jadi tukang sapu di luar negri, saudara-saudara!" imbuhnya sumber: http://m.detik.com/news/read/2014/06/26/162032/2620247/1562/prabowo-banyak-yang-takut-kalau-saya-jadi-presiden 

Ini penggalan berita yang saya kutip dari Detik.com.
 

Pak Prab, tahukah Anda bahwa kami para perempuan-perempuan yang bekerja di luar negeri ini tidak bekerja sebagai pelacur demi kepuasan seksual dan birahi.  Tahukah Anda bahwa kami bekerja tidak berhubungan dengan nafsu birahi tapi murni menggunakan otak dan tenaga kami.

Pak Prab, Anda bilang pernah menolong seorang TKW, seorang petempuan yang terancam hukuman mati di luar negeri, bukan? Apakah dia pelacur? Dia seorang TKW dibawah umur yang bekerja di luar negeri karena himpitan ekonomi di tanah airnya, bukan? Dia bekerja jadi pembantu rumah tangga dan bukan pelacur.

Saya hargai niat baik Anda ingin menjadi Presiden dan tidak ingin para perempuan bekerja di luar negeri. Tapi Pak, kalimat Anda yang mengatakan "Kami tidak ingin perempuan-perempuan kita jadi pelacur-pelacur di luar negeri" ini sangat menyakitkan bagi kami. 

Para perempuan-perempuan ini kebanyakan adalah seorang istri bagi suaminya, seorang ibu bagi anaknya dan seorang anak dari orang tuanya. Tahukah Bapak, mereka ke luar negeri dengan niat tulus ingin membantu ekonomi
keluarganya agar bisa makan, bisa menyekolahkan anak-anaknya. Mereka bukan bekerja sebagai pelacur, Pak.

Meski kami bekerja jadi tukang sapu di luar negeri, tetapi pekerjaan kami halal. Kami bekerja mencuci piring, mencuci baju, mengepel, bahkan menjaga anjing, tetapi gaji yang kami dapatkan adalah halal. Kenapa kami mau? Karena mencari pekerjaan di dalam negeri susah, Pak. 

Pak Prab, saya seorang tenaga kerja wanita di Hong Kong. Saat ini pekerjaan saya sebagai pembantu rumah tangga  dan jadi tukang sapu, tukang bersih-bersih dan tukang masak di rumah majikan. Kenapa saya memilih begini? Sekali lagi, Pak, karena mencari pekerjaan di dalam negeri susah, apalagi bagi saya yang hanya lulusan SMK ini.

Pak Prab, Anda seorang Calon Presiden, semoga setiap perkataan Anda bisa lebih hati-hati  lagi agar tidak ada rakyat yang tersakiti, termasuk kalangan TKI di luar negeri.

Salam 2 jari dari Fera Nuraini, BMI Hong Kong

NB: Sampai tulisan ini saya buat, komentar di tulisan tersebut sudah 500 lebih.
http://www.feranuraini.com/2014/06/tkw-bukanlah-pelacur-pak-prabowo.html?m=1
Read More | komentar

VIDEO Raffi Ahmad Bebas

Written By Abun Sahroni on Minggu, 28 April 2013 | 09.10

Minggu, 28 April 2013

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tersangka penyalahgunaan narkoba Raffi Ahmad mendapatkan penangguhan penahanan dari Badan  Narkotika Nasional. Usai lepas, Raffi saat ini berada di rumah sang nenek di Petamburan.
Penjaga rumah  kediaman Raffi di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Adin mengungkapkan, "Raffi di rumah neneknya di Petamburan."
Dia mengatakan, sang pemilik rumah belum menginjakkan kaki ke kediamannya di Jalan Gunung Balong Kavling VII Nomor 16 I Lebak Bulus, Jakarta Selatan sejak meninggalkan gedung Badan Narkotika Nasional (BNN) Sabtu (27/4) malam.
Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan 17 orang dari rumah artis Raffi Ahmad di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan 27 Januari lalu. Artis Wanda Hamidah termasuk di antara 17 orang yang diamankan oleh BNN, sementara tiga artis lain adalah Raffi Ahmad, Irwansyah, dan Zaskia Sungkar. 
Meski permohonan penangguhan penahanan Raffi dikabulkan, proses hukum dari mantan kekasih Yuni Shara ini tetap berjalan. Raffi tetap harus melapor seminggu dua kali ke BNN.
Read More | komentar

Ustad Jeffry Al Buchori Meninggal Dunia

Written By Abun Sahroni on Jumat, 26 April 2013 | 04.37

Jumat, 26 April 2013


KAPANLAGI.COM - Kabar duka datang dari salah satu ustad dari kalangan selebriti tanah air. Ustad Jeffry Al Buchori, atau yang kerap disapa Uje, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jumat (26/4) pukul 02.00 WIB dini hari, setelah mengalami kecelakaan motor di bundaran Pondok Indah, Jakarta Selatan. Uje kabarnya mengalami kecelakaan, dan sempat dibawa ke RS Pondok Indah.
"Telah berpulang ke Rahmatullah sahabatku tercinta ustad Jeffry Al Buchori, dini hari. Semoga Allah mengampuninya dan keluarganya diberikan ketabahan," tulis Ketua Bidang Dakwah Persatuan Ulama Ahlus Sunnah Dai Indonesia (PUADI), Wahdy Alatas, melalui akun twitter-nya.
Belum diketahui secara pasti kronologis kecelakaan yang dialami Uje. Sampai berita ini diturunkan, masih diupayakan keterangan dari pihak terkait.
Jenazah Uje rencananya akan dibawa ke rumah duka di Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan. Almarhum meninggalkan istri, Pipik Dian Irawati Popon, dan tiga orang anak: Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro. (kpl/ben/sjw)
= Liputan6.com, Jakarta : Kabar duka datang dari Ustad Jefry Al Buchori. Pedakwah yang populer dengan panggilan Uje meninggal dunia pada Jumat (26/4/2013). Akibat kecelakaan tunggal, saat mengendarai motor Kawasaki E650 bernomor B 3590 SGQ.

Pria kelahiran 12 April 1973 tersebut meninggal dunia sekitar pukul 02.00 Waktu Indonesia Barat di Rumah Sakit Pondok Indah. 

Saat dikonfirmasi, petugas TMC Polda Metro Jaya, Aiptu Kasno mengatakan, kecelakaan yang melibatkan Uje terjadi pada pukul 00.01 WIB di Jalan Gedong Hijau 7 Pondok Indah. 

"Korban dibawa ke kawasan Bintaro, di rumah duka di Perum Bukit Mas Rempoa Bintaro," kata dia. 

Rencananya, Uje akan dimakamkan di TPU Karet setelah Salat Jumat. (Ein)
Read More | komentar

SERVICE LEPTOP KOMPUTER - CARINGIN CIHIDEUNG

Written By Abun Sahroni on Jumat, 02 November 2012 | 10.24

Jumat, 02 November 2012

MALINGPING CELLULAR

  • Service Komputer Leptop HP
  • Jual Accesoris HP
  • Jual Pulsa Listrik
  • Pembayaran PLN Bulanan
  • Jual Pulsa Elektrik
  • Pembayaran Telkom


HUBUNGI : H.ABUN
HP : 085-777-620-515


Alamat : Kp. Malingping Disamping atas 
(TELAGA MALIMPING)
DESA : CIADEG KEC. CIGOMBONG KAB. BOGOR PROPINSI. JAWA BARAT

Read More | komentar
HUBUNGI : BADRU RIZAL HP : 0856-5948-7026
LAGU SULE


OPERA VAN JAVA
 
KANG ABUN
http://tribune.com.pk/wp-content/themes/express-v3/img/email-icon.gifEmail: abunsahroni@yahoo.com
http://tribune.com.pk/wp-content/themes/express-v3/img/email-icon.gifHotline: -
http://tribune.com.pk/wp-content/themes/express-v3/img/email-icon.gifLayanan: Senin - Jumat
http://tribune.com.pk/wp-content/themes/express-v3/img/email-icon.gifOffice: Kp. Malimping Ds. ciadeg
Copyright © 2012. TAMAN BOGOR - All Rights Reserved berita bogor